Rabu Apr 23
Move
Display 0 | 5 | 10 | 15 Stories

Artikel Peternakan

Topics
Top Story

PENGOLAHAN SUSU DENGAN PERLAKUAN PANAS

 Oleh : Widi Roseli (Widyaiswara Muda – BBPP Batu)  Susu segar adalah bahan makanan yang...

KARAKTERISTIK KAMBING BOER

Kambing Boer Jantan

Kebutuhan akan daging dari tahun ketahun terus meningkat seiring perbaikan pendapatan masayarakat, dengan pernyataan tersebut bagi masayarakat peternak merupakan peluang yang harus di tangkap. Salah satu upaya yang di tempuh pemerintah adalah kecukupan daging di tahun 2014 tetapi masih berpihak pada daging sapi potong. Sedangkan langkah berikutnya untuk pemenuhan daging seharusnya juga mengembangkan ternak kecil salah satunya kambing sebagai pemasok daging dan biaya usahataninya lebih murah di banding sapi.

Kambing Boer aslinya berasal dari Afrika Selatan dan telah menjadi ternak yang ter-registrasi selama lebih dari 65 tahun. Kata "Boer" artinya petani. Kambing Boer merupakan kambing pedaging yang sesungguhnya, karena pertumbuhannya sangat cepat di bading kambing jenis lain. Kambing ini umur 5-6 bulan sudah dapat mencapai berat 35 – 45 kg, dengan rataan pertambahan berat tubuh antara 0,02 – 0,04 kg per hari. Keragaman ini tergantung pada banyaknya susu dari induk dan ransum pakan sehari-harinya. Kambing Boer jantan akan tumbuh dengan berat badan 120 – 150 kg pada saat dewasa (umur 2-3 tahun), sedangkan Betina dewasa (umur 2-3 tahun) akan mempunyai berat 80 – 90 kg. Boer betina maupun jantan keduanya bertanduk.

Persentase daging pada karkas kambing Boer jauh lebih tinggi dapat mencapai 40% – 50% dari berat tubuhnya. Kambing Boer dapat dikenali dengan mudah dari tubuhnya yang lebar, panjang, dalam, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua. Beberapa kambing Boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kulitnya berwarna coklat yang melindungi dirinya dari kanker kulit akibat sengatan sinar matahari langsung. Kambing ini sangat suka berjemur di siang hari.

Kambing Boer dapat hidup pada suhu lingkungan yang ekstrim, mulai dari suhu sangat dingin (-25°c) hingga sangat panas (43°c) dan mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Tahan terhadap penyakit. Mereka dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung berbatu atau di padang rumput. Secara alamiah mereka hewan yang suka meramban sehingga lebih menyukai daun-daunan, semak dari pada rumput.


Kambing Boer Jantan

           Boer jantan bertubuh kokoh dan kuat sekali. Pundaknya luas dan ke belakang dipenuhi dengan pantat yang berotot. Boer jantan dapat kawin di bulan apa saja sepanjang tahun. Mereka berbau tajam karena hal ini untuk memikat betina. Seekor pejantan dapat aktif kawin pada umur 7-8 bulan, tetapi disarankan agar satu pejantan tidak melayani lebih dari 8 – 10 betina sampai pejantan itu berumur sekitar satu tahun. Boer jantan dewasa (2 – 3 tahun) dapat melayani 30 – 40 betina. Disarankan agar semua pejantan dipisahkan dari betina pada umur 3 bulan agar tidak terjadi perkawinan yang tidak direncanakan. Seekor pejantan dapat mengawini hingga selama 7 – 8 tahun.

      
Kambing Boer Betina

           Boer betina tumbuh seperti jantan, tetapi tampak sangat feminin dengan kepala dan leher ramping. Ia sangat jinak dan pada dasarnya tidak banyak berulah. Ia dapat dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan, tergantung besar tubuhnya. Kebuntingan untuk kambing adalah 5 bulan. Ia mampu melahirkan anak-anak tiga kali dalam dua tahun. Betina umur satu tahunan dapat menghasilkan 1 – 2 anak. Setelah beranak pertama, ia biasanya akan beranak kembar dua, tiga, bahkan empat.

           Boer induk menghasilkan susu dengan kandungan lemak sangat tinggi yang cukup untuk disusu anak-anaknya. Ketika anaknya berumur 2½ – 3½ bulan induk mulai kering. Boer betina mempunyai dua hingga empat puting, tetapi kadangkala tidak semuanya menghasilkan susu. Sebagai ternak yang kawinnya tidak musiman, ia dapat dikawinkan lagi tiga bulan setelah melahirkan. Birahinya dapat dideteksi dari ekor yang bergerak-gerak cepat disebut “flagging”. Boer betina mampu menjadi induk hingga selama 5 – 8 tahun. Betina dewasa (umur 2-3 tahun) akan mempunyai berat 80 - 90 kg. Boer betina maupun jantan keduanya bertanduk.

Menurut Dr. Ted dan dan Linda Shipley mengatakan bahwa "Industri Kambing Boer Indonesia memiliki masa depan yang positif dan cerah. Dengan pengenalan Kambing Boer ke Indonesia, hal ini berarti peternak sekarang dapat menghasilkan ternak pedaging kualitas teratas dalam waktu lebih singkat dengan jumlah daging lebih banyak. Pangsa pasar untuk daging kambing, baik pasar lokal atau internasional terbuka sangat lebar."

 Sugino, SP, M.Si
Widyaiswara BBPP-Batu

Daftar Pustaka

Gunawan, H. Prospek Penngemukan Kambing Potong. Pustaka Baru Press.Bantul Yogyakarta. Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Sarwono, B. 2008. Beternak Kambing Potong.Penebar Swadaya.Penebar Swadaya.Jakarta.

http://www.indonesiaboergoat.com/ind/whyraiseboergoat.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kambing_Boer#Pranala_luar

http://www.123agrofarm.blogspot.com

Share